Air minum yang lebih sehat tentunya menjadi idaman bagi setiap orang. Secara konvensional, air yang direbus terlebih dahulu merupakan salah satu cara dalam mencapai tujuan air yang sehat. Tentu saja karena bakteri dan kuman dapat dibunuh jika air direbus di suhu 100 oC selama 3 menit. Namun, masak air butuh waktu bukan? Selain waktu, pada beberapa kondisi, memungkinkan terdapatnya bakteri yang mampu bertahan meski berada pada suhu tinggi atau ekstrim. Sehingga, mencari alternatif lain untuk kebutuhan air minum adalah penting dilakukan. Air isi ulang belum aman untuk dikonsumsi.
Pilihan Anda mungkin jatuh kepada air isi ulang. Kita tahu, teknologi ultraviolet yang digunakan pada depot air isi ulang bisa membunuh bakteri. Namun, jika lampu UV tidak diganti setiap 6 bulan kuman bisa lolos dan air minum Anda tetap tercemar bakteri. Penelitian yang dilakukan mahasiswa FKM UI pada 2009 menunjukkan bahwa jenis bakteri E. Coli (bakteri asal tinja) ditemukan pada air yang diperoleh dari depot isi ulang. Penelitian tersebut mengambil sampel masalah di Cimanggis, Jawa Barat. Sehingga lagi-lagi, Anda mesti cari alternatif lain yang benar-benar sehat bukan?
Apakah ada? Nazava jawabannya. Kenapa harus Nazava? Lebih hemat, lebih terjamin karena sudah diuji di 30 laboratorium antara lain oleh Organisasi Kesehatan Dunia bisa dipakai dengan banyak air baku yang tawar.

